Nilam: Tanaman Aromatik yang Menjanjikan di Pasar Global


Nilam, tanaman aromatik yang memiliki nilai ekonomis tinggi, kini semakin menjanjikan di pasar global. Nilam atau yang dikenal juga dengan nama patchouli merupakan tanaman yang memiliki aroma khas dan digunakan sebagai bahan baku dalam industri parfum dan obat-obatan.

Menurut Dr. Agus Supriyantono, seorang ahli botani dari Universitas Gadjah Mada, nilai ekonomis dari tanaman nilam sangat tinggi karena permintaan pasar yang terus meningkat. “Nilam memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara komersial, terutama di pasar global,” ujarnya.

Selain itu, Dr. I Dewa Putu Pramana, seorang pakar pertanian dari Institut Pertanian Bogor, juga menambahkan bahwa tanaman nilam memiliki peluang yang sangat besar di pasar global. “Kualitas aroma yang dihasilkan oleh tanaman nilam sangat dihargai oleh industri parfum dunia,” katanya.

Di Indonesia sendiri, produksi nilam telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Menurut data Kementerian Pertanian, produksi nilam pada tahun 2020 mencapai 4.500 ton, naik dari 3.800 ton pada tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa minat petani untuk beralih ke budidaya nilam semakin tinggi.

Pakar pertanian dari Universitas Andalas, Prof. Dr. Bambang Surya Putra, menegaskan pentingnya dukungan pemerintah dan lembaga terkait dalam pengembangan budidaya nilam. “Pemerintah perlu memberikan insentif dan bantuan teknis kepada petani agar mereka dapat meningkatkan produksi dan kualitas nilam,” ujarnya.

Dengan potensi yang besar di pasar global, tanaman nilam menjadi salah satu komoditas unggulan yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia. Dukungan dari pemerintah, lembaga riset, dan pelaku industri sangat diperlukan untuk memaksimalkan potensi tanaman aromatik yang menjanjikan ini. Semoga budidaya nilam terus berkembang dan memberikan manfaat yang besar bagi semua pihak.