Nilam merupakan salah satu tanaman ekspor unggulan Indonesia yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Tanaman yang juga dikenal dengan nama patchouli ini memiliki aroma yang khas dan digunakan dalam industri parfum dan aromaterapi.
Menurut Dr. Ir. Sigit Setiawan, M.Si, ahli pertanian dari Universitas Gadjah Mada, Nilam memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan memberikan peluang besar bagi petani Indonesia. “Tanaman Nilam membutuhkan perawatan khusus, namun hasilnya sangat menjanjikan. Dengan pasar yang terus berkembang, potensi ekspor Nilam dari Indonesia semakin terbuka lebar,” ujarnya.
Dalam sebuah wawancara dengan Kementerian Pertanian, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si mengungkapkan bahwa pemerintah terus mendorong pengembangan tanaman Nilam sebagai komoditas ekspor unggulan. “Kami berkomitmen untuk memberikan dukungan kepada petani dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas tanaman Nilam,” katanya.
Selain itu, Dr. Ir. Made Sumaryada, M.Si, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian juga menambahkan bahwa Indonesia memiliki keunggulan dalam produksi Nilam. “Kondisi iklim dan tanah yang cocok untuk tanaman Nilam membuat Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu produsen terbesar di dunia,” tuturnya.
Dengan potensi yang besar dan dukungan dari pemerintah, para petani di Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan peluang ini dengan baik. Dengan menjaga kualitas dan kuantitas produksi Nilam, Indonesia dapat terus bersaing dalam pasar ekspor global dan meningkatkan perekonomian negara.
Sebagai negara agraris, Indonesia memiliki banyak tanaman ekspor unggulan, salah satunya adalah Nilam. Dengan potensi yang besar dan dukungan dari pemerintah, tanaman ini memiliki peluang untuk terus berkembang dan menjadi salah satu komoditas ekspor yang mendatangkan devisa bagi negara.